Rabu, 12 Desember 2012

Metodologi Pengembangan B.Inggris AUD



Oleh Trisna Atika
Distimulasikan pada MK Met.Peng B.Inggris AUD

1.    Pengertian Total  Physical Response
Merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan
(speech) dan gerak (action) dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor).
Metode TPR ini sangat mudah dan ringan dalam segi penggunaan bahasa dan juga mengandung unsur gerakan permainan sehingga dapat menghilangkan stress pada peserta didik karena masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajarannya terutama pada saat mempelajari bahasa asing, dan juga dapat menciptakan suasana hati yang positif pada peserta didik yang dapat memfasilitasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pelajaran tersebut. Makna atau arti dari bahasa sasaran dipelajari selama melakukan aksi.
Metode Total Physical Response (TPR) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang menggunakan perintah-perintah lisan yang harus dilakukan siswa agar dapat menunjukkan pemahaman mereka terhadap maksud dari perintah-perintah lisan itu (Ghazali, 2010:96). Guru memberikan contoh gerakan atau tindakan yang diperintahkan itu sehingga siswa secara tidak langsung mendapatkan struktur tatabahasa dan kosa kata dari bahasa target.
Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode TPR ini banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa antara lain:
Ø  Latihan dengan menggunakan perintah (Imperative Drill ), merupakan aktivitas utama yang dilakukan guru di dalam kelas dari metode TPR. Latihan berguna untuk memperoleh gerakan fisik dan aktivitas dari siswa.
Ø  Dialog atau percakapan (conversational dialogue).
Ø  Bermain peran (Role Play), dapat dipusatkan pada aktivitas sehari-hari seperti di sekolah, restoran, pasar, dan lain-lain.
Ø  Presentasi dengan OHP atau LCD
Ø  Aktivitas membaca (Reading) dan menulis (Writing) untuk menambah perbendaharaan kata (vocabularies) dan juga melatih pada susunan kalimat berdasarkan tenses dan sebagainya.


Contoh kegiatan :
Ø  Guru menyuruh anak untuk untuk menutup pintu “ open the door,by” guru juga langsung memperagakan apa yang guru perintahkan sehingga anak bisa mengerti apa yang di maksudkan guru tersebut.
Ø  Guru menyuruh anak untuk membuka buku“open your book” guru juga ikut membuka buka.

2.   Pengertian belajar bahasa inggris melalui lagu
Music (Musik) adalah seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama). Dan ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu. Jadi musik ataupun lagu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dapat digunakan sebagai sarana dalam sebuah proses pembelajaran.
Menyanyi atau lagu  dapat memberikan kepuasan, kegembiraan, dan kebahagiaan bagi anak sehingga dapat mendorong anak untuk belajar lebih giat (Joyful Learning). Dengan nyanyian atau lagu seorang anak akan lebih cepat mempelajari, menguasai, dan mempraktikkan suatu materi ajar yang disampaikan oleh pendidik. Selain itu kemampuan anak dalam mendengar (listening), bernyanyi (singing),berkreativitas (creative) dapat dilatih melalui kegiatan ini.
Nyanyian atau lagu berfungsi sebagai alat untuk mencurahkan pikiran dan perasaan untuk berkomunikasi. Pada hakikatnya lagu bagi anak-anak adalah sebagai:
·         Bahasa Emosi, dimana dengan nyanyian anak dapat mengukapkan perasaannya, rasa senang, lucu, kagum, haru.
·         Bahasa Nada, karena nyanyian dapat didengar, dapat dinyanyikan, dan dikomunikasikan.
·          Bahasa Gerak, gerak pada nyanyian tergambar pada birama (gerak/ketukan yang teratur), pada irama (gerak/ketukan panjang pendek, tidak teratur), dan pada melodi (gerakan tinggi rendah).
Pengenalan dan penerapan unsur bahasa pada kegiatan pembelajaran, siswa menerima materi pelajaran yang terkandung dalam lagu dari guru sebagai tahap awal dari proses belajar dan pembelajaran. Pemahaman yang dimaksudkan yaitu siswa mampu memahami konsep unsur-unsur bahasa melalui proses pengenalan lagu. Sedangkan maksud penerapan adalah siswa mampu menerapkan materi ajaran yang telah diterima melalui proses pengenalan lagu dalam berkomunikasi.

Keuntungan :
o   Pembelajaran akan menjadi menarik
o   Menumbuhkan semangat / motivasi anak untuk belajar
o   Menambah kosa kata anak
o   Menanamkan konsep dasar sejak dini
o   Membuat anak menjadi tidak bosan
o   Apabila dilakukan dengan gerak maka motorik anak akan berkembang.

3.   Belajar bahasa inggris melalui games(permainan)
Salah satu cara anak agar proses belajar mereka memperoleh pengetahuan adalah melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dengan bermain dan belajar, seorang anak akan memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai hal baru. Belajar dan bermain bagi mereka juga merupakan sarana dalam mengembangkan berbagai keterampilan sosialnya. Kegiatan bermain dan belajar mereka akan mengembangkan otot dan melatih gerakan motorik mereka di dalam penyaluran energi yang berlebih. Dengan adaanya kegiatan belajar dan bermain, seorang anak akan menemukan bahwa merancang suatu hal baru dan berbeda dapat menimbulkan kepuasan dan pada akhirnya seorang anak akan menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Keuntungan bermain :
1.  Bermain mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus anak
berbagai penelitian menunjukan bahwa bermain memungkinkan anak bergerak secara bebas, sehingga anak mampu mengembangkan kemampuan motoriknya (piaget, 1962; Curtis, 1977; dansky, 1980; saltz, 1980; dan Campbell,1985 ). pada saat bermain anak berlatih menyesuaikan antara pikiran dan gerakan menjadi suatu keseimbangan.
2. Bermain mengembangkan kemampuan kognitif
menurut piaget (1962) anak belajar mengkonstruksi pengetahuan dengan berinteraksi dengan objek yang ada disekitarnya. bermain menyediakan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan objek. anak memiliki kesempatan untuk menggunakan inderanya, seperti menyentuh, mencium, me;ihat, dan mendengarkan, untuk mengetahui sifat- sifat objek.
3. Bermain mengembankan kemampuan efektif
setiap permainan memiliki aturan. aturan akan diperkenakan oleh teman bermain sedikit demi sedikit, tahap demi tahap sampai setiapa nak memahami aturan mainnya. oleh karena itu bermain akan meatih anak menyadari akan adanya aturan dan pentingnya memahami aturan.
4.  Bermain mengembangkan kemampuan bahasa
pada saat bermain anak- anak menggunakan bahasa, baik untuk berkomunikasi dengan temannya atau sekedar menyatakan pikirannya (thinking aloud).  sering kita menjumpai anak kecil bermain sendiri sambil mengucapkan kata- kata seakan- akan ia bercakap- cakap dengan diri sendiri.
5. Bermain mengembangkan kemampuan sosial
pada saat bermain anak berinteraksi dengan anak yang lain. interaksi tersebut mengajarkan anak bagaimana merespon, member dan menerima, menolak atau setuju ide dan perilaku anak yang lain. hal itu sedikit demi sedikit akan mengurangi rasa egosentris pada anak dan mengembangkan kemampuan sosialnya.
6.  Mengasah ketajaman pengindraan
Pengindraan meliputi pendengaran,penglihatan,perabaan,pengecap dan penciuman harus diasah agar menjadi lebih tanggap dan peka terhadap keadaan sekitar.
7.  Untuk perkembangan aspek fisik
Dengan sering nya anak bermain maka anak sering melakukan gerakan–gerakan  yang melibatkan tubuh sehingga membuat anak menjadi sehat,otot anak juga akan tumbuh menjadi kuat.

8. Untuk perkembangan aspek emosi dan kepribadian anak
Dengan bermain anak dapat melepaskan ketegangan yang dimilikinya sekaligus dapat memenuhi kebutuhan yang di miliki anak dalam dunia langsung dan nyata. Dengan bermain bersama sekelompok teman,maka anak dapat menilai dirinya sendiri dan anak akan mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya sehingga dapat membentuk konsep diri yang positif. Anak akan mempunyai rasa percaya diri dan harga diri karena anak memiliki kemampuan tertentu.
4. Pembelajaran bahasa inggris melaui stories
Metode ini memungkinkan anak untuk melatih persepsi pendengaran dana penglihatan anak juga bisa melatih motorik anak jika anak memperagakan yang diceritakan.
Bercerita adalah salah satu metode yang banyak dipergunakan di PAUD untuk mengembangkan kemampuan dan potensi anak usia dini. Dengan bercerita kita dapat menanamkan kejujuran, keberanian,kesetiaan keramahan,ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan pribadi, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain itu juga memberikan sejumlah pengetahuan pendidikan,sosial,nilai-nilai moral dan keagamaan.Dengan berbagai macam tehnik bercerita, dan kemampuan guru dalam menyampaikan cerita sangatlah bermanfaat untuk perkembangan anak usia dini.
Bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau sesuatu kejadian yang disampaikan secara lisan dengan tujuan memberikan informasi, pengalaman, atau pengetahuan kepada orang lain.Metode bercerita merupakan salah satu pembelajaran pemberian pengalaman belajar bagi anak usi dini dengan membawakannya secara lisan.
Unsur-unsur Bercerita yaitu : (a)Tuturan yaitu upaya menjelaskan terjadinya sesuatu hal, peristiwa, dan kejadian,(b)Karangan yaitu upaya menuturkan perbuatan, pengalaman orang, baik kisah nyata maupun rekaan ,(c)Lakon yaitu upaya dalam mewujudkan dalam gambar hidup, sandiwara, wayang (d)Dongeng yaitu cerita yang tidak terjadi atau rekaan belakang.

Tujuan dari Bercerita pada anak yaitu memberikan informasi tentang lingkungan fisik maupun sosial. Anak dapat mendengarkan dengan seksama serta apabila anak tidak faham anak boleh bertannya, anak juga dapat menceritakan dan mengekspresiakan kembali informasi atau pengalaman apa saja yang telah anak tangkap sebelumnya.
Fungsi Bercerita bagi anak yaitu untuk membantu perkembangan anak. Dengan bercerita pendengaran anak dapat di fungsikan dengan baik, untuk membantu kemampuan berbicara dengan cara menambah perbendaharaan kosa kata, kemampuan mengucapkan kata-kata, melatih merangkai kalimat. Manfaat Bercerita yaitu untuk menanamkan kejujuran, keberanian, kesetiaan, ketulusan dan sikap positif yang lain. Serta memberikan pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan tentang agama.
Penerapan metode bercerita :
Guru bercerita dan anak memperagakan apa yang di ceritakan guru di bawah intruksi dan aba-aba dari guru. Saat dalam cerita ada kata kerja,guru bisa memperagakan kata apa yang di ucapkan guru,dan anak mengikutinya.
Contohnya : dalam cerita ada kata ‘they Jumping togather’ maka anak melompat bersama-sama dengan intruksi dari guru. dan begitu seterusnya.
Dengan begitu perkembangan motorik anak juga ikut berkembang,imajinasi anak akan terlatih, perkembangan bahasa dan kosa kata anak berkembang.
5. Contoh kegiatan
Tema : tanaman
Sub tema: bunga mawar
Media : gambar bunga mawar
Metode :
a.   Bercerita
b.   b.Bernyanyi
c.   Pemberian tugas
d.   Tanya jawab

a.  Kegiatan awal
Guru menyapa anak dengan bahasa inggris “good morning” anak akan menjawab “morning mam”. Kemudian guru menanya keadaan anak dalam bahasa inggris “how are you today?” anak akan menjawab “I’m fine,and you?” guru menjawab “fine too,thanks you”.
Dengan dipimpin oleh guru anak menyanyikan lagu “good morning”

“good morning good morning
To you-to you and to you
Good morning good morning
To you and  to you
Good morning teacher
Good morning my friend
Good morning everybody
How are you to day?”


Setelah itu guru menyuruh satu anak untuk memimpin do’a dan di ikuti oleh anak lain. Kemudian guru bertanya,memperkenalkan dan menjelaskan  pada anak tentang tema yang akan di pelajari hari itu.
b.  Kegiatan inti
Guru memperkenal kan dan memperlihatkan gambar bunga mawar dengan warna-warna yang berbeda. Kemudian guru bertanya kepada anak warna apa gambar bunga yang di perlihatkan guru,guru juga meminta anak untuk menjawabnya dalam bahasa inggris (anak akan menyebutkan warna dalam nahasa inggris). Kemudian guru bertanya berapa jumlah gambar ibuk dan anak menghitungnya dalam bahasa inggris juga dan guru yang memimpin (anak mampu menyebutkan anagka 1-10 dalam bahasa inggris).
Selanjutnya guru menyediakan gambar bunga mawar yang belum di warnai dan bergaris putus-putus dan anak diberi tugas untuk menyambungkan garis-garis tersebut kemudian anak mewarnai gambar tersebut. Guru memberikan pujian atau reword dalam bahasa inggris seperti “good job, good, nice, fantastic,great“. Guru juga bertanya pada anak warna apa yang digunakan anak untuk gambarnya,mintalah anak menjawab dalam bahasa inggris.
Sebelum melakukan kegiatan selanjutnya guru memimpin anak untuk menyanyikan lagu “my flowers” disertai tepuk tangan.

“My flowers its grow…
My flowers its nice …
Red,whaite,yellow…
I planting….I care….
I always flush…”

c.  Kegiatan penutup
Guru mereview pembelajaran dan materi yang disampaikan tadi. Guru bertanya pada anak dan mengulang lagi sekilas pembelajaran tersebut.
Setelah itu guru melakukan evaluasi dengan bertanya kepada anak dan anak menjawabnya,mungkin anak akan menjawab dalam bahasa inggris jika guru memintanya.
Selanjutnya anak mengakhiri kegiatan dengan berdo’a yang di pimpin oleh guru.
Tapi sebelum itu anak bernyanyi bersama. Menyanyikan lagu “If you’re happy and you know it”

If you’re happy and you know it, clap your hands.
If you’re happy and you know it, clap your hands.
If you’re happy and you know it,
And you really want to show it,
And you really want to show it,
If you’re happy and you know it, clap your hands

Selanjutnya anak menyanyikan lagu “good bye”

“good bye my friends good bye my friends
Until we meet again
Good bye my friends good bye my friends
Until we meet again
Now we should be happy 2x
Now we should be happy anywhere
Now we should be happy 2x
Now we should be happy anywhere”

Setelah bernyanyi baru anak pulang sambil bersalaman dengan guru dan aguru mengucapkan kalimat perpisahan seperti : good bye,see you again dan lain-lain.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar